HIPEREMESIS GRAVIDARUM

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

 

1.1 Latar Belakang

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala – gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60 – 80% primi gravida dan 40 – 60% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala – gejala ini menjadi lebih berat.

Perasaan mual ini desebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadrotropin) dalam serum. Pengaruh Fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari – hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit. (Prawirohardjo, 2002).

Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering kita jumpai pada kehamilan muda dan dikemukakan oleh 50 – 70% wanita hamil dalam 16 minggu pertama. Kurang lebih 66% wanita hamil trimester pertama mengalami mual- mual dan 44% mengalami muntah – muntah. Wanita hamil memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Perbandingan insidensi hiperemesis gravidarum
4 : 1000 kehamilan. (Sastrawinata, 2004).

Diduga 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual dan muntah dan kira – kira 5% dari ibu hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit. Mual dan muntah khas kehamilan terjadi selama trimester pertama dan paling mudah disebabkan oleh peningkatan jumlah HCG. Mual juga dihubungkan dengan perubahan dalam indra penciuman dan perasaan pada awal kehamilan. (Walsh, 2007).

Hiperemesis gravidarum didefinisikan sebagai vomitus yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atu defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan. Insiden kondisi ini sekitar 3,5 per 1000 kelahiran. Walaupun kebanyakan kasus hilang dan hilang seiring perjalanan waktu, satu dari setiap 1000 wanita hamil akanmenjalani rawat inap. Hiperemesis gravidarum umumnya hilang dengan sendirinya (self-limiting), tetapi penyembuhan berjalan lambat dan relaps sering umum terjadi. Kondisi sering terjadi diantara wanita primigravida dan cenderung terjadi lagi pada kehamilan berikutnya. (Lowdermilk, 2004)

1.2 Rumusan Masalah

1.Definisi Hyperemesis Gravidarum

2.Etiologi Hyperemesis Gravidarum

3.Pathofisiologi Hyperemesis Gravidarum

4.Manifestasi Klinis Hyperemesis Gravidarum

5.Pemeriksaan Diagnostik Hyperemesis Gravidarum

6.Penatalaksanaan Hyperemesis Gravidarum

7.Komplikasi Hyperemesis Gravidarum

8.Woc Hyperemesis Gravidarum

1.3 Tujuan

1)      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Maternitas.

2)      Sebagai bahan diskusi Mahasiswa pada kuliah ‘’Keperawatan Maternitas’’dan Sebagai bahan bacaan Mahasiswa Perawat dan Masyarakat umum.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada ibu hamil sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk (Mansjoer, A dkk, 2001).

Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum ibu hamil menjadi buruk. (Sarwono Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan, 1999).

Hiperemesis gravidarum adalah vomitus yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan. (Lowdermilk, 2004).

2.2 Etiologi

1) Tingginya tingkat estrogen dan hypertyroidisme karena meningkatnya HCG

2)  Faktor psikologis.

3)  Ambivalence dan konflik menjadi ibu, perubahaan body image.

Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Perubahan-perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf disebabkan oleh kekurangan vitamin.

Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan :

1) Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada kedua keadaan tersebut hormon Khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan.

2) Faktor organik: karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu

3) Faktor organik: Alergi. Sebagai salah satu respon dari jaringan.ibu terhadap anak.

4) Faktor psikologi, keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut memikul tanggung jawab, dan sebagainya.

5) Faktor endokrin lainnya, hipertiroid, diabetes dan lain-lain

2.3 Patofisiologi

Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa terjadi pada trimester I. Bila terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik.
Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena okisidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik, dan aseton dalam darah. Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan klorida darah turun. Selain itu, dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Di samping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung ( sindroma mollary-weiss ), dengan akibat perdarahan gastrointestinal.

Masuknya bagian fillus ke peredaran darah ibu

Perubahan endokrin

Perubahan metabolik, pergerakan lambung

Muntah yang berlebihan

Dehidrasi

 – penurunan berat badan

hipoproteinemia, < nutrisi

Ketidakseimbangan elektrolit dan cairan

Hypovolemia : hypotensi, tachycardia

Asidosis Metabolik

2.4 Manifestasi Klinis

1) Muntah yang hebat

2) Haus

3) Dehidrasi

4) BB menurun (>1/10 normal)

5) Keadaan umum menurun

6) Peningkatan suhu tubuh

7) Ikterik

8) Gangguan kesadaran,delirium

9) Lab : proteinurine, ketonuria, urobilinogen Biasanya terjadi pada minggu ke 6-12.

 

Tingkatan atau klasifikasi hiperemesis gravidarum :

a)      Tingkatan I :

Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, tekanan darah sistol menurun turgor kulit berkurang, lidah mengering dan mata cekung.

b)      Tingkatan II :

Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih berkurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterus. Berat badan menurun dan mata menjadi cekung, tensi rendah, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi.

Aseton dapat tercium dalam hawa pernapasan, karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing.

c)      Tingkatan III:

Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dan somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu badan meningkat dan tensi menurun. Komplikasi fatal dapat terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai ensefalopati Wemicke, dengan gejala : nistagtnus dan diplopia. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus adalah tanda adanya payah hati.

2.5 Pemeriksaan Diagnostik

a) USG (dengan menggunakan waktu yang tepat) : mengkaji usia gestasi janin dan adanya gestasi multipel, mendeteksi abnormalitas janin, melokalisasi plasenta.

b) Urinalisis : kultur, mendeteksi bakteri, BUN.

c) Pemeriksaan fungsi hepar: AST, ALT dan kadar LDH.

2.6 Penatalaksanaan

Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan pcnerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang flsiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.

Obat-obatan

Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6 Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik sepeiti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin

Isolasi

Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. Tidak diberikan makan/minuman selama 24 -28 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejaia-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.

Terapi psikologik

Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.

Cairan parenteral

Berikan cairan- parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan Glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter per hari. Bila perlu dapat ditambah Kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C. Bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena.

Penghentian kehamilan

Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, tachikardi, ikterus anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tak boleh menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital.

Diet

a) Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III.

Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1 — 2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat – zat gizi, kecuali vitamin C, karena itu hanya diberikan selama beberapa hari.

b) Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang.

Secara berangsur mulai diberikan makanan yang bernilai gizi linggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan . Makanan ini rendah dalam semua zat-zal gizi kecuali vitamin A dan D.

c) Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan.
Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali Kalsium.

Prognosis
        Dengan penanganan yang baik prognosis Hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin.

2.7 Komplikasi

a)Dehidrasi

b)Ikterik

c)Takikardi

d)Alkalosis

e)Kelaparan

f)Menarik diri, depresi

g)Ensefalopati wernicke yang ditandai oleh adanya nistagmus, diplopia, perubahan mental

h)Suhu tubuh meningkat

i)Gangguan emosional yang berhubungan dengan kehamilan dan hubungan keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.8 WOC

Faktor predisposisi,organik dan psikologik estrogen meningkat

Perangsangan pada hipotalamus

Aktivasi dan stimulasi CT2

Mual Muntah

           B1                                          B2                                                                 B3                                       B4

Cadangan lemak             TD dan pusing (hipo ortostatik)               Mual dan muntah berlebih                  Vomitus berlebih

Karbohidrat habis            Renin-anggro II Adosteon stimulasi               Dehidrasi                                Dehidrasi

Simpatik aktivitas saraf                          Hipovelemia                               Hipovolemia

MK:Defisit vol cairan dan elek trolit

Vaskontriksi ginjal                                 Hipotensi

MK:Penurunan perfusi

Vaskontriksi perfusi                              penurunan kesadaran

MK:G.resiko cedera

Oksidasi lemak tak sempurna

Penimbunan aseton dlm drah                                             Penurunan

Nafas bau ketan

asidosis metabolik

MK:gangguan pertukaran gas

 

B5                                                                                     B6

Mual muntah berlebih       Iritasi asam mukosa lambung   Mual muntah berlebih

Na dan cl hlng saat muntah   Nafsu makan menurun      Bedrest kelemahan

Mk:G.pola aktivitas

MK:G.Kebutuhan nutrisi:kurang dari kebutuhan tubuh

Dehidrasi

Mk:Defisit volume cairan dan elektrolit

 

BAB III

CONTOH KASUS

 

Tanggal Masuk                 :18-02-2012

Ruang / Kelas                   : Semeru/1

Pengkajian tanggal           :  18-02-12

Jam Masuk                  : 15.20 WIB

Kamar No.                  : 3

Jam                              :14.00 WIB

 

A. IDENTITAS

 

Nama Pasien   : Ny.S

Umur               : 27 tahun

Suku / Bangsa : Jawa/Indonesia

Agama             : Islam

Pendidikan      : SMA

Pekerjaan         : Ibu Rumah Tangga

Alamat                        : JL. Bratang binangun VB/26

Status Perkawinan : Menikah

Nama Suami    :  Tn.N

Umur               : 30 th

Suku / Bangsa : Jawa/Indonesia

Agama             : Islam

Pendidikan      : Sma

Pekerjaan         : Buruh

Alamat                        : JL. Bratang binangun VB/26

Lama Menikah :2 th

 

 

B. STATUS KESEHATAN SAAT INI :

1        Alasan kunjungan ke rumah sakit       :  Karena mual-muntah berlebih sejak 3hr(dlm kondisi hamil)

2        Keluhan Utama saat ini                       : Mual Muntah,Dehidrasi sejak 3hari (Dalam Kondisi Hamil)

3        Timbulnya Keluhan                             :  bertahap

4        Faktor yang memperberat                   : Badan menjadi lemas

5        Upaya yang dilakukan untuk mengatasi : Minum obat anti metik

6        Diagnosa Medik                                  : Hiperemesis Gravidarum

 

 

C. RIWAYAT KEPERAWATAN

1        Riwayat Obstetri:

  1. Riwayat Menstruasi :

 

  • Menarche         : umur 13th
  • Banyaknya      : 3 kali ganti balutan (hari pertama danke dua1000 cc)
  • Siklus               : teratur
  • Lamanya          : 7-10 hari
  • Keluhan           :tdk ada

 

  1. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu : tdk Ada masalah

Anak Ke

Kehamilan

Persalinan

Komplikasi Nifas

Anak

No.

Th

Umur Kehamilan

Penyulit

Jenis

Penolong

Penyulit

Laserasi

Infeksi

Pendarahan

Jenis

BB

PL

 1  2011  42 mg  tdk              P  2,7kg  50cm
         pr Dktr  tdk  Tdk  tdk tdk      
                         
                         
                         

 

 

2        Riwayat Keluarga Berencana :

  • Melaksanakan KB :  tidak
  • Bila ya jenis kontrasepsi apa yang pernah atau sedang digunakan : tidak ada
  • Sejak kapan menggunakan kontrasepsi : tidak ada
  • Masalah yang terjadi :tidak ada

 

 

3        Riwayat Kesehatan :

  • Penyakit yang pernah dialami ibu : tdk ada
  • Pengobatan yang didapat :tidak
  • Riwayat penyakit kadaeluarga : KeluargaMenurut penuturan klien dan suaminya bahwa diantara keluarga klien tidak mempunyai penyakit menular ataupun penyakit keturunan.

( -  ) Penyakit diabetes melitus

( -  ) Penyakit jantung

( -  ) Penyakit hipertensi

( -  ) Penyakit lainnya : sebutkan

4        Riwayat Lingkungan :

  • Kebersihan           : Cukup Bersih
  • Bahaya                 : Tidak ada
  • Lainnya sebutkan : tidak ada

5        Aspek Psikososial

a)      Bagaimana pendapat ibu tentang penyakit saat ini : ibu mengatakan bahwa cemas dengan penyakit ini.

b)      Apakah keadaan ini menimbulkan perubahan terhadap kehidupan sehari-hari?  ya. Bagaimana? Ibu merasa cemas,takut anak dalam rahimnya kenapa-kenapa

c)      Bagaimana dukungan pasangan terhadap keadaan saat ini : cukup siaga

d)     Bagaimana, sikap anggota keluarga lainnya terhadap keadaan saat ini : Berdoa n Pasrah

e)      Lainnya sebutkan : tidak ada

6        Kebutuhan Dasar Khusus :

  1. Pola nutrisi

a)      Frekwensi makan : 3 x/hari

b)      Nafsu makan :  tidak nafsu, alasan : karena mual dan muntah

c)      Jenis makanan rumah : Nasi

d)     Makanan yang tidak disukai / alergi / pantangan : Tidak ada

  1. Pola eliminasi

BAB

a)      Frekwensi             :  1kali

b)      Warna                   : coklat

c)      Bau                       : khas

d)     Konsistensi           : lunak

e)      Keluhan                : tidak ada

  1. Pola personal hygiens

a)      Mandi

  • Frekwensi : 2x/hari
  • Sabun        :  ya

b)      Oral hygiene

  • Frekwensi : 2x/hari
  • Waktu       :  pagi

c)      Cuci rambut

  • Frekwensi : 2x/mg
  • Shampo     :  ya
  1. Pola istirahat dan tidur
  • Lama tidur    :  1-3jam/hari
  • Kebiasaan sebelum tidur       : berdoa

Keluhan         : susah tidur

  1. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan

v  Merokok                    : tidak

v  Minuman Keras         : tidak

v  Ketergatungan obat  : tidak

 

7        Pemeriksaan Fisik

 

  • Keadaan Umum   : menurun
  • Tekanan Darah     : 110/60 mmHg
  • Respirasi               : 18/mnt
  • Berat Badan         :   68kg

Kesadaran                 : composmetis

Nadi                          : 110 x/menit

Suhu                          :  37

Tinggi Badan            : 160 cm


 

Kepala,mata,kuping,hidung,dan tenggorokan:

Kepala:Bentuk : Normal

Keluhan: Tidak ada

Mata :

  • Kelopak mata              :Normal (coklat)
  • Gerakan mata              : Normal (kanan-kiri)
  • Konjungtiva                : Normal (merah)
  • Sklera                          : Normal (putih)
  • Pupil                            : Normal
  • Akomodasi                  : Normal
  • Lainnya disebutkan     : tidak ada

Hidung

  • Reaksi alergi                : tidak
  • Sinus                           : tidak
  • Lainnya sebutkan        : tidak ada

Mulut dan Tenggorokan

  • Kesulitan menelan       :tidak
  • Lainnya sebutkan        :tidak ada
  • Papila mammae           : tidak
  • Colostrum                   : tidak

Pernafasan

  • Jalan nafas             : teratur
  • Suara nafas            : vesiculer
  • Menggunakan otot-otot bantu pernafasan                        : tidak
  • Lainnya disebutkan           :tidak ada

Sirkulasi Jantung

  • Kecepatan denyut apical         :           110      x/mnt
  • Irama                                       : tidak teratur
  • Kelainan denyut jantung         : tidak
  • Sakit dada                               : tidak
  • Timbul                                     :tidak
  • Lainnya disebutkan                 : tidak ada

Abdomen

  • Mengecil                                 : tidak
  • Linea dan striae                       : tidak
  • Luka bekas operasi                  :tidak ada
  • Lainnya disebutkan                 : tidak ada

Genitourinary

  • Perineum/vulva                       : tidak
  • Vesika urinaria                        : tidak
  • Lainnya disebutkan                 :tidak ada

Ekstremitas(Integumen/Muskuluskletal)

  • Turgor kulit                       : menurun/sedang
  • Warna kulit                       : ikterik
  • Kesulitan dalam pergerakan          :  ya
  • Lainnya disebutkan           tidak ada

D.Data Penunjang

  1. Laboratorium   :  1)Hb: 14 (Laki2:14-18,perempuan:12-16)

2)Eritrosit:5jt(pr: : 4,5 – 5 juta, Lk : 5-6 jt)

3) Leukosit: 8000(4.000-10000)

4) Trombosit:160.000(150.000-450.000)

5) Hematokrit: 45%(35%-52%)

  1. USG                :  Tidak ada
  2. Terapi yg didapat        : 20-02-2012

Terapi oral: Bufantacyd syr 3 x 1½ cth (½ jam sebelum makan)Caviplex 1 x 1 tab (sesudah makan)Sanmol 3 x 1 tabTherapi Parenteral: Sotatic Inj 2 x1Vit C inj 2 x 1Infus: RL + Neurobin 20 gtt/menit

21 – 0 2– 2012

Terapi Oral: Bufantacyd syr 3 x 1½ cth (½ jam sebelum makan)Caviplex 1 x 1 tab (sesudah makan)Sanmol 3 x 1 tabVoldiamer 3 x 1 tabTherapi Parenteral: Sotatic Inj 2 x1Vit C inj 2 x 1Infus : RL + Neurobin 20 gtt/menit

 

E.Data tambahan

Tidak ada

ANALISA DATA

DATA

ETIOLOGI

MASALAH KEPERAWATAN

Ds: Pasien Mengatakan Mual Dan muntah berlebih 3 hr yang lalu

Do: TTV

TD: 110/60 mmHg

N  :110x/mnt

S   : 37 Derajat Celcius

#BB Sebelum sakit:68

#BB Saat Sakit      :65

#Mukosa bibir:kering

#badan klien lemas

#Turgor:menurun

#mata:tampak cowong

# Intake cairan : 1200 ml/hr

# outputcairan : 900 ml hari

Hasil lab:

Na: 140MEG/ltr

Cl: 120 MEG/ltr

 

Mual muntah berlebih

Na dan Cl hilang melalui muntah

Dehidrasi

Defisit volume cairan dan elektrolit

Defisit volume cairan dan elektrolit

Ds: Pasien Mengatakan Mual Dan muntah,tidak nafsu makan3hr yg lalu

Do: TTV

TD: 110/60 mmHg

N  :110x/mnt

S   : 37 Derajat Celcius

#BB Sebelum sakit:68

#BB Saat Sakit      :65

#Porsi Makan: tidak habis/3 sendok

Hasil lab:

Hb:14   Glukosa:120 gr/dl

Albumin:4 gr/dl

Iritasi Asam Pd selaput lendir

Nafsu Makan menurun

          Gangguan nutrisi

Gangguan Kebutuhan Nutrisi:Kurang dari kebutuhan tubuh

Ds: Pasien Mengatakan cemas karena takut keadaan janinnya

Do: TTV

TD: 110/60 mmHg

N  :110x/mnt

S   : 37 Derajat Celcius

#ekspresi klien tampak cemas

#klien tdk bisa tdr

#kelopak mata hitam

Mual muntah berlebih

 

Takut akan janin dlm kandungan

cemas

 Cemas

DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA

1.Defisit Volume cairan dan Elektrolit b/d Intake cairan tidak adekuat

2.Gangguan kebutuhan nutrisi: kurang dr kebutuhan b/d nafsu makan menurun

3.cemas b/d takut keadaan janin terganggu

 

TANGGAL DAN WAKTU

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN

INTERVENSI

18/02 2012

Jm15.00

Defisit Volume cairan dan Elektrolit b/d Intake cairan tidak adekuat

 

TU:Dengan dilakukannya Askep

Dalam waktu 1×24 jam kebutuhan cairan dan elektrolit terpenuhi

KH:TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

Hasil Lab:

Na : 140 MEG/ltr

Cl: 120 MEG/ltr

#mukosa bibir :lembab

#turgor:baik

#badan klien tampak segar

#kelopak mata :tidak tampak hitam

1.Lakukan transfusi cairan

R:agar cairan klien terpenuhi

2. Kaji suhu badan dan turgor kulit, membran mukosa, TD, input/output dan berat jenis urine. Timbang BB klien dan bandingkan dengan standar

R: Sebagai indikator dalam membantu mengevaluasi tingkat atau kebutuhan hidrasi

3. Anjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. Makanan tinggi karbonat seperti : roti kering sebelum bangun dari tidur.

R: Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung.

 

 

18/02 2012

Jm 15.00

 

 

2.Gangguan kebutuhan nutrisi: kurang dr kebutuhan b/d nafsu makan menurun

 

 

 

TU:Dengan dilakukannya Askep Dalam waktu 2×24 jam kebutuhan nutrisi terpenuhi

KH:TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

TU: dlm wktu 2×24 jm keadaan umum membaik

#nafsu makan meningkat

BB stabil/(68 kg) naik

Hasil lab:

Hb : 14   Glukosa:120 gr/dl

Albumin: 4 gr/dl

#Porsi makan:habis

#nafsu makan meningkat

 

 

 

1. Berikan obat anti emetik yang diprogramkan dengan dosis rendah, misalnya Phenergan 10-20mg/i.v.

R: Mencegah muntah serta memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit

2. Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering

R: Dapat mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh

3. Anjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak

R: dapat menstimulus mual dan muntah

4. anjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan the (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur

R: Makanan selingan dapat mengurangi atau menghindari rangsang mual muntah yang berlebih

5.berikan multivitamin/suplemen

R:u/ meningktkn stamina

 

18/02 2012

Jm 15.00

 

3.cemas b/d takut keadaan janin terganggu

 

TU:Dengan dilakukannya Askep Dalam waktu 2×24 jam cemas hilang

KH:TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

#Ekspresi wajah klien ceria

#klien dapat istirahat/tidur

#kelopak mata tidak menghitam

 

 

1. Kontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung

R: Untuk mencegah dan mengurangi kecemasan

2. Kaji tingkat fungsi psikologis klien

R: Untuk menjaga intergritas psikologis

3. Berikan support psikologis

R: Untuk menurunkan kecemasan dan membina rasa saling percaya

4. Berikan penguatan positif

R: Untuk meringankan pengaruh psikologis akibat kehamilan

 

 

WAKTU

DIAGNOSA KEPERAWATAN

IMPLEMENTASI

EVALUASI

15.00 Defisit Volume cairan dan Elektrolit b/d Intake cairan tidak adekuat

 

1. Melakukan transfusi cairan

2.. Mengkaji suhu badan dan turgor kulit, membran mukosa, TD, input/output dan berat jenis urine. Timbang BB klien dan bandingkan dengan standar

3. Menganjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. Makanan tinggi karbonat seperti : roti kering sebelum bangun dari tidur.

 

 

S: Pasien Mengatakan Mual Dan muntah berlebih Berkurang

O: TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

Hasil Lab:

Na : 140 MEG/ltr

Cl:120 MEG/ltr

A:Masalah teratasi sebagian

P:Intervensi dilanjutkan

 

15.00

 

2.Gangguan kebutuhan nutrisi: kurang dr kebutuhan b/d nafsu makan menurun

 

 

1. Memerikan obat anti emetikyang diprogramkan dengan dosis rendah, misalnya Phenergan 10-20mg/i.v.

2. Menganjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering

3. Menganjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak

4. Menganjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan teh (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur

5.memberikan multivitamin dan suplemen

 

 

S:Pasien mengatakan mual muntah berkurang dan nafsu makan agak lebih baik

O: TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

#keadaan umum membaik

#nafsu makan meningkat

BB stabil/(68 kg) naik

Hasil lab:

Hb : 14   Glukosa:120 gr/dl

Albumin: 4 gr/dl

A:Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan

 

15.00 3.cemas b/d takut

 

1. Mengontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung

2. MengKaji tingkat fungsi psikologis klien

3. Memberikan support psikologis

4. Memberikan penguatan positif

 

S:Pasien Mengatakan rasa cemasnya hilang

O: TTV

TD:120/80

N:80x/mnt

S:37

A:Masalah teratasi

P:Intervensi dihentikan

 

BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hiperemesis Gravidarum adalah suatu keadaan pada ibu hamil yang ditandai dengan muntah-muntah yang berlebihan (muntah berat) dan terus-menerus pada minggu kelima sampai dengan minggu kedua belas (Penyuluhan Gizi Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda.)

Tanda dan gejala yaitu: Muntah yang hebat,Haus, Dehidrasi, BB menurun (>1/10 normal) Keadaan umum menurun,Peningkatan suhu tubuh, Ikterik,Gangguan kesadaran,delirium

3.2 Saran

Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis gravidarum dengan cara :
1. Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik
2. Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang – kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan.
3. Menganjurkan mengubah makan sehari – hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering
4. Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, erlebih dahulu makan roti kering atau biskuit dengan dengan teh hangat.
5. makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan
6. Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin
7. Defekasi teratur
8. Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Mansjoer, A, dkk, (2001), Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, Jakarta : Penerbit Media Aesculapius FKUI.

Mochtar, R, (1998), Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi, edisi 2, Jilid 1, Jakarta : EGC.

Taber, B, (1994), Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi, cetakan 1 Jakarta : EGC.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: